Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

05 Agustus 2009

Cory Aquino: Dari Dapur ke Istana

Cory Aquino, Corazon Aquino, People Power, EDSA RevolutionSAAT bergelut melawan tindakan represif rezim Orde Baru di akhir 90an silam, Ibu Megawati Soekarnoputri sedikit banyak mungkin telah mempelajari kiat-kiat perjuangan dari seorang perempuan penegak demokrasi yang bernama Maria Corazon Sumulong Cojuangco Aquino. Mendengar nama yang lumayan panjang ini mungkin terasa asing bagi kita. Akan tetapi jika menyebut hanya sebagai Cory Aquino saja pasti orang-orang sudah mahfum bahwa si pemilik nama adalah mantan presiden negeri tetangga kita, Filipina. Ibu Megawati dan Ibu Corazon “Cory” Aquino memang memiliki beberapa kemiripan dalam hal awal karir mereka memasuki dunia politik yaitu sama-sama berlatarbelakang ibu rumah tangga yang tidak tertarik terjun ke dunia politik. Keadaanlah yang kemudian memaksa keduanya terjun ke dunia politik hingga merengkuh posisi tertinggi pemerintahan di zamannya masing-masing.

Jika Ibu Megawati Sukarnoputri lebih serius terjun ke dunia politik karena mendapat tekanan dari rezim Orde Baru maka Ibu Cory Aquino terjun ke dunia politik dipicu oleh tewasnya sang suami Benigno Aquino pada 1983 karena kegiatan oposisi terhadap rezim Ferdinand Marcos. Lewat peristiwa inilah Cory Aquino bangkit menegakkan demokrasi melawan kediktatoran hingga berhasil meraih kursi kepresidenan pada tahun 1986 yang menjadikannya wanita Asia pertama yang menjabat sebagai presiden.


Biografi Singkat Cory Aquino

Cory Aquino, yang dilahirkan di Cojuangco di provinsi Tarlac di bagian utara Filipina pada 25 Januari 1933, berasal dari keluarga petani gula kaya. Ia mengenyam pendidikan di Amerika Serikat (AS), dan semula bercita-cita menjadi seorang guru matematika atau penerjemah bahasa. Semua itu berubah ketika ia bertemu dan menikah dengan Benigno "Ninoy" Aquino, Jr., seorang politikus cemerlang yang menjabat walikota saat berumur 22 tahun dan setelah itu menjabat gubernur provinsi Tarlac dan selanjutnya senator.

Karena kepiawaiannya, Ninoy dipandang banyak orang sebagai kandidat presiden, tapi buat rezim korup Marcos tentu saja ini merupakan ancaman serius. Pada September 1972, Marcos mengumumkan keadaan darurat dan memenjarakan ratusan pengeritik dan penentangnya, termasuk Ninoy. Sejak saat inilah perjalanan hidup Cory Aquino berubah dari kegiatan rumah tangga yang lebih banyak berkutat di dapur berganti dengan menghadapi massa pendukung suaminya.Cory berpidato di berbagai tempat atas nama suaminya serta menuntut perubahan. Pada 1980, kesehatan Ninoy memburuk. Cory pun memohon kelonggaran kepada Marcos agar mengijinkan suaminya berobat di AS. Marcos mengizinkan dan berangkatlah keluarga Aquino ke Boston, AS. Setelah tiga tahun “diasingkan” di AS, Ninoy memutuskan kembali ke tanah air tanpa didampingi keluarga pada 21 Agustus 1983.

Namun sayang belum sempat menginjakkan kaki di tanah Filipina, Ninoy ditembak mati oleh penembak misterius yang diduga kaki-tangan Marcos saat sedang menuruni tangga pesawat. Cory kemudian menyusul beberapa hari kemudian untuk memimpin upacara pemakaman suaminya yang dihadiri lebih dari dua juta orang.

Setelah peristiwa tragis itu sejumlah kalangan oposisi di Filipina merapatkan barisan dan menunjuk Cory Aquino sebagai pemimpin koalisi melawan rezim Marcos. Mulanya ia menolak, namun karena terus didesak akhirnya Cory bersedia mengemban tugas tersebut. "Saya tak berusaha melakukan pembalasan, hanya keadilan, bukan hanya buat Ninoy tapi buat rakyat Filipina yang menderita," kata Cory saat ia dengan terpaksa menerima pencalonannya.

People Power, Cory Aquino, EDSA Revolution, Benigno

Pada akhir 1985, Rezim Marcos secara mengejutkan memutuskan akan menggelar Pemilu Presiden (pilpres) pada 7 Februari 1986. Saat pilpres selesai digelar, pada 15 Februari 1986, Marcos menyatakan diri sebagai pemenang. Namun menurut perhitungan komisi independen justru Cory-lah yang meraih suara terbanyak. Klaim kemenangan Marcos mendapat kecaman dari beberapa pengamat internasional yang menilai pilpres Filipina banyak terdapat kecurangan. Selain itu pihak Gereja Katolik yang sangat berpengaruh di Filipina juga menentang klaim Marcos tersebut. AS juga bersikap senada.

Rezim Marcos makin terjepit dengan mundurnya dua pejabat penting yaitu Menteri Pertahanan, Juan Ponce Enrille dan Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Fidel Ramos. Dipicu oleh peristiwa ini, maka turunlah masyarakat Filipina ke jalanan menentang rezim Marcos. Aksi masyarakat ini dikenal sebagai People Power atau “Kekuatan Rakyat”. Aksi berpuncak pada 25 Februari 1986, saat Cory Aquino dilantik sebagai Presiden Filipina ke-11 oleh Mahkamah Agung Filipina. Namun, Marcos dengan sisa-sisa kekuatan tidak mau mengalah dan mengadakan acara serupa di Istana Malacanang yang mengangkat dirinya sebagai presiden. Langkah kontroversial ini tidak berlangsung lama karena pada malam itu juga Marcos langsung angkat kaki dari istana menuju ke Honolulu, Hawaii hingga akhir hayatnya.

People Power, Cory Aquino, EDSA Revolution, Benigno

Masa Kepresidenan

Setelah resmi memerintah, Cory segera membentuk satu komite guna merancang undang-undang dasar baru, melucuti kroni Marcos yang menguasai ekonomi dan membebaskan sejumlah tahanan politik. Cory juga memulai pembicaraan dengan gerilyawan Muslim dan komunis, tapi upayanya segera kandas oleh berbagai masalah di dalam koalisi pemerintah yang ia bangun. Selama memerintah Cory beberapa kali mengalami percobaan kudeta berdarah yang digalang oleh sejumlah perwira militer simpatisan Marcos. Filipina dalam masa pemerintahan Cory juga mengalami berbagai peristiwa penting yang diantaranya adalah gempa bumi dahsyat pada 1990 di Pulau Luzon, meletusnya Gunung Pinatubo pada 1991, dan ditutupnya pangkalan militer Clark milik AS.

Menjelang akhir masa jabatan presiden pada 1992, Cory diminta para pendukungnya untuk ikut lagi dalam pilpres Filipina. Cory menolak dan malah menjagokan Fidel Ramos sebagai pengganti. Keputusan ini pun ditentang oleh sebagian besar pendukung dan pihak Gereja Katolik karena Fidel Castro beragama Kristen Protestan. Namun Cory jalan terus mendukung Castro. Selanjutnya pada pilpres 1992, Fidel Castro memenangkan pilpres dan secara resmi menggantikan Cory Aquino pada 30 Juni 1992.

Pensiun dan Meninggal

Selama menjalani masa pensiun, dan sampai menderita sakit, Cory yang sering mengenakan busana berwarna kuning sebagai simbol perjuangan demokrasinya tetap tampil di hadapan umum, dan seringkali berbicara lantang menentang penyimpangan yang diduga terjadi di dalam pemerintah Filipina.

Cory yang pernah dinobatkan oleh Majalah Time sebagai Women of The Year 1986 juga masih sempat turun jalan ketika terjadi People Power jilid II yang menggulingkan pemerintahan Joseph Estrada pada Januari 2001. Ia juga menjadi pengeritik lantang Presiden Gloria Macapagal Arroyo, yang keluarganya telah dituduh melakukan korupsi besar, dan bergabung dengan protes di jalan guna menentang Arroyo sampai ia didiagnosis menderita kanker usus besar pada Maret 2008..

Tanggal 1 Agustus 2009 lalu, sang pejuang demokrasi yang memulai karir politik dari “dapur” itu akhirnya berpulang ke pangkuan Sang Kuasa dalam usia 76 tahun. Selamat jalan Madam Cory...semoga perjuanganmu menegakkan demokrasi dan ketidakadilan bisa ditiru oleh para pemimpin kita. Amin.

Sumber:

print this page  Cory Aquino: Dari Dapur ke IstanaSocialTwist Tell-a-Friend Add to Technorati Favorites

23 comments:

si kumb@ng mengatakan...

Selamat jalan untuk ibu Cory Aquino...
[ R I P ]

mputantular mengatakan...

ya, terkejut juga ketika mendengar berita kematiannya... Cory merupakan salah satu tokoh besar di Asia...

nice post bro

Berry Devanda mengatakan...

selamat jalan untuk presiden pertama perempuan di ASIA. nice post...

Ghustie Samosir mengatakan...

Gw gak bisa ngebayangin tuh hidupnya di Filipina, pasti banyak ancaman2 dari temennya Marcos.
Kayaknya Ibu Mega mesti belajar banyak dari Madam Cory.
Makasih infonya sob :)




Regards,
Ghustie Samosir

www.hanyainfo.blogspot.com



Ada bisnis menarik nih. Program bisnis investasi BCA dengan modal cuma Rp. 10.000,-
Bisa dapetin 3 x lipat atau lebih (lumayan buat beli cendol :D)
Gabung ya di www.investasibca.com

factasy.com mengatakan...

Hi interesting site.
It was very very interesting articles in here, I will definitely return to read more.
I am very interested in things that have to do with history.
I have a site, I agree with much history ( Factasy The History site at the web ), especially the American civil war category, I think you should take you a look at

Tips Facebook mengatakan...

sorry oot mas,
------------------
Sehubungan dengan perubahan template blog (beberapa hari lagi) dan beberapa strategi lainnya dalam pengebangan blog kedepan, maka dengan berat hati saya harus menghilangkan link exchange pada blog saya, untuk itu saya benar-benar minta maaf kepada teman-teman blogger yang dulu pernah melakukan pertukaran link dengan blog saya. Silakan saja hapus link blog saya pada yang ada di blog anda. Tapi hal ini bukan berarti memutus hubungan baik yang telah ada.

Permintaan maaf sedalam-dalamnya,
Syilpid - http://www.tips-fb.com

New Bie Oon mengatakan...

gud bae madam cory..

Em@k mengatakan...

Salut bwt madam Aquino..

Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang mengatakan...

salah satu tokoh yang saya kagumi

Daniel DPK mengatakan...

Cory Aquino mungkin tidak setenar Evita Peron, namun mampu membukitkan bahwa seorang perempuan mampu menjadi seorang pemimpin bangsa..Mungkin benar kalo megawati harus banyak belajar dari dia, tapi lebih baik belajar dari salah satu srikandi bangsa yang tak kalah hebatnya ibu kita Kartini....

Discovery Channel Menebus Kesalahan terhadap bangsa Indonesia : Program 30 Menit Tari Pendet

MINYAK ANGIN AROMATHERAPY mengatakan...

wah, mbak mega kk dibandingkan ma cory..??
ya ga sebanding tuch...?!
=))
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY

Sastrocaster mengatakan...

Memang butuh perjuangan...tuk menegakkan demokrasi dan ketidakadilan...salut jg buat Maria Corazon Sumulong Cojuangco Aquino

Morbi mengatakan...

The (new) toolbar at the bottom is much helpful & handy. On top right side "This Day in History" is also worth attention. I have subscribed your post today.

- Jonathan G.

Herman Swan mengatakan...

Hi Jonathan,

I am not finding any toolbar at the bottom..I am using firefox (V 3.5.5)

- Herman Swan
Memory foam mattress
UK

hotfreez mengatakan...

ternyata cukup oke juga perjuangannya...

vietnam mengatakan...

great post

mikrotik mengatakan...

itu baru pemimpin !!!

buat situs mengatakan...

good post

buat web mengatakan...

thanks 4 share

renungan dan hikmah mengatakan...

terima kasih :)

propolis mengatakan...

thanks

bsi mengatakan...

selamat jalan Aquino

rental mobil mengatakan...

artikel yg menarik

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Poskan Komentar

 
Asal Usul...... on Facebook

SITE INFO :

Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Hihera.com Big History Blogs - Blog Catalog Blog Directory blogarama - the blog directory Resources blog-indonesia.com 100 Blog Indonesia Terbaik

bangsa blogger tukar link PPC

ShoutBox