18 April 2009
Khmer Merah, Lembar Sejarah Kelam Kamboja
Do you like this story?
KAMBOJA atau Kampuchea merupakan negara di Asia Tenggara yang semula berbentuk Kerajaan di bawah kekuasaan Dinasti Khmer di Semenanjung Indo-China antara Abad Ke-11 dan Abad Ke-14. Rakyat Kamboja biasanya dikenal dengan sebutan Cambodian atau Khmer, yang mengacu pada etnis Khmer di negara tersebut. Negara anggota ASEAN yang terkenal dengan pagoda Angkor Wat ini berbatasan langsung dengan Thailand, Laos dan Vietnam. Sebagian besar rakyat Kamboja beragama Buddha Theravada, yang turun-temurun dianut oleh etnis Khmer. Namun, sebagian warganya juga ada yang beragama Islam dari keturunan muslim Cham.
Kamboja menghebohkan dunia ketika komunis radikal Khmer Merah di bawah pimpinan Pol Pot berkuasa pada tahun 1975. Saat itu, Pol Pot memproklamirkan Kamboja sebagai sebuah negara baru. Ia menyebut tahun 1975 sebagai "Year Zero". Segala sesuatunya ingin dibangun dari titik nol. Tanggal 17 April 1975 dinyatakan sebagai Hari Pembebasan (Liberation Day) dari rezim Lon Nol yang buruk dan korup. Ternyata, pembebasan yang dijanjikan Pol Pot justru merupakan awal masa kegelapan bagi rakyat Kamboja.
Merdeka dari Perancis
Pada tanggal 9 November 1953, Perancis mengakhiri penjajahannya di Kamboja yang telah berlangsung sejak tahun 1863 dan Kamboja pun menjadi sebuah negara berdaulat. Setahun kemudian mantan pemimpin negara kawasan Indo-China itu, Raja Norodom Sihanouk, kembali dari pengasingannya di Thailand. Sihanouk kemudian membentuk partai politik dan menggelar pemilihan umum (pemilu). Setelah memenangkan pemilu ia berhasil mengusir orang-orang komunis dan memperoleh seluruh kursi pemerintahan.
Pada tahun 1955, untuk melepaskan diri dari segala bentuk pelarangan yang dibuat untuk raja oleh perundang-undangan Kamboja, Norodom Sihanouk mengembalikan tahta kepada ayahnya, Norodom Suramarit. Ia kemudian memasuki dunia politik. Selama pemilihan berturut-turut, pada tahun 1955,1958, 1962 dan 1966, partai bentukan Norodom Sihanouk selalu memenangkan kursi mayoritas di parlemen.
Pada bulan Maret 1969, Pesawat Amerika mulai mengebom Kamboja untuk menghalangi jejak dan penyusupan dari tentara Vietkong. Pengeboman tersebut berakhir sampai tahun 1973.
Pada tahun 1970, ketika Sihanouk sedang berada di Moskow dalam sebuah kunjungan kenegaraan, Marsekal Lon Nol melakukan kudeta di Phnom Penh. Lon Nol lalu menghapus bentuk kerajaan dan menyatakan Kamboja sebagai sebuah negara republik. Sihanouk tidak kembali ke negaranya dan memilih menetap di Peking, China. Ia memimpin pemerintahan dalam pelarian dan Khmer Merah merupakan bagian dari pemerintahan tersebut.
Khmer Merah
Khmer Merah (Bahasa Perancis: Khmer Rouge) adalah cabang militer Partai Komunis Kampuchea (nama Kamboja kala itu). Pada tahun 1960-an dan 1970-an, Khmer Merah melakukan perang gerilya melawan rezim Shihanouk dan Marsekal Lon Nol. Pada 17 April 1975, Khmer Merah yang dipimpin oleh Pol Pot berhasil menggulingkan kekuasaan dan menjadi pemimpin Kamboja.
Hanya dalam beberapa hari saja, rezim baru ini telah menghukum mati sejumlah besar rakyat Kamboja yang tadinya bergabung dengan rezim Lon Nol. Penduduk Phnom Phen dan juga penduduk di provinsi lain terpaksa keluar dari kota dan pindah ke daerah-daerah penampungan. Phnom Phen menjadi kota mati. Seluruh perekonomian di seluruh negeri berubah di bawah garis keras komunis, Uang hilang dari peredaran. Akibat dari semua itu adalah terjadinya kelaparan dan wabah penyakit di daerah tersebut.
Selama 44 bulan berikutnya, jutaan orang Kamboja menjadi korban teror dari Khmer Merah. Para pengungsi yang berhasil lari ke Thailand menceritakan kekejaman kelompok ini yang antara lain menghukum mati anak-anak hanya karena mereka tidak lahir dari keluarga petani. Selain itu orang-orang keturunan Vietnam dan Cina juga turut diteror dan dibunuh. Siapa saja yang disangka sebagai orang yang berpendidikan, atau menjadi angota dari keluarga pedagang pasti dibunuh dengan cara dipukul sampai mati, bukan dengan ditembak dengan dalih untuk menghemat amunisi.
Killing Fields (Ladang Pembantaian)
Masa empat tahun Pol Pot dan Khmer Merahnya berkuasa di Kamboja, adalah masa yang membuat seluruh dunia geger. Khmer Merah berupaya mentransformasi Kamboja menjadi sebuah negara Maois dengan konsep agrarianisme. Rezim Khmer juga menyatakan, tahun kedatangan mereka sebagai "Tahun Nol" (Year Zero). Mata uang, dihapuskan. Pelayanan pos, dihentikan. Kamboja diputus hubungannya dengan luar negeri. Hukum Kamboja juga dihapuskan.
Rezim Khmer Merah dalam kurun waktu tersebut diperkirakan telah membantai sekitar dua juta orang Kamboja. Ada sekitar 343 "ladang pembantaian" yang tersebar di seluruh wilayah Kamboja. Choeung Ek adalah "ladang pembantaian" paling terkenal. Di sini, sebagian besar korban yang dieksekusi adalah para intelektual dari Phnom Penh, yang di antaranya adalah: mantan Menteri Informasi Hou Nim, profesor ilmu hukum Phorng Ton, serta sembilan warga Barat termasuk David Lioy Scott dari Australia. Sebelum dibunuh, sebagian besar mereka didokumentasikan dan diinterogasi di kamp penyiksaan Tuol Sleng.
Penjara S-21 atau Tuol Sleng adalah organ rezim Khmer Merah yang paling rahasia. Pada 1962, penjara S-21 merupakan sebuah gedung SMA bernama Ponhea Yat. Semasa pemerintahan Lon Nol, nama sekolah diubah menjadi Tuol Svay Prey High School.
Tuol Sleng yang berlokasi di subdistrik Tuol Svay Prey, sebelah selatan Phnom Penh, mencakupi wilayah seluas 600 x 400 meter. Setelah Phnom Penh jatuh ke tangan Khmer Merah, sekolah diubah menjadi kamp interogasi dan penyiksaan tahanan yang dituduh sebagai musuh politik. Di “ladang pembantaian” ini, para intelektual diinterogasi agar menyebutkan kerabat atau sejawat sesama intelektual. Satu orang harus menyebutkan 15 nama orang berpendidikan yang lain. Jika tidak menjawab, mereka akan disiksa. Kuku-kuku jari mereka akan dicabut, lantas direndam cairan alkohol. Mereka juga disiksa dengan cara ditenggelamkan ke bak air atau disetrum. Kepedihan terutama dirasakan kaum perempuan karena kerap diperkosa saat diinterogasi.
Setelah diinterogasi selama 2-4 bulan, mereka akan dieksekusi di Choeung Ek. Sejumlah tahanan politik yang dinilai penting ditahan untuk diinterogasi sekitar 6-7 bulan, lalu dieksekusi.
Haing S Ngor yang masa itu berprofesi sebagai seorang dokter adalah segelintir intelektual yang berhasil lolos dari buruan rezim Khmer Merah. Haing dianugerahi Piala Oscar tahun 1984 atas perannya di film "The Killing Fields". Dalam film itu, ia memerankan tokoh Dith Pran, jurnalis Kamboja yang selamat dari pembantaian. Namun malang, Haing tewas terbunuh di kediamannya di Los Angeles, AS, ketika melawan perampokan yang dilakukan tiga pecandu narkoba pada 1996.
Intervensi Vietnam
Pada tanggal 25 Desember 1978, setelah beberapa pelanggaran terjadi di perbatasan antara Kamboja dan Vietnam, tentara Vietnam menginvasi Kamboja. Tanggal 7 Januari 1979, pasukan Vietnam menduduki Phnom Penh dan menggulingkan pemerintahan Pol Pot. Pemerintahan boneka lalu dibentuk di bawah pimpinan Heng Samrin, mantan anggota Khmer Merah yang telah membelot ke Vietnam. Namun pemerintahan baru ini tidak diakui oleh negara-negara Barat. Sementara Pol Pot dan para pengikutnya lari ke hutan-hutan dan kembali melakukan taktik gerilya dan teror. Pol Pot yang bernama asli Saloth Sar akhirnya meninggal di tengah hutan pada 15 April 1998 karena serangan jantung.
Menuju Perdamaian
Pada tahun 1982, Tiga kelompok (faksi) yang masih bertahan di Kamboja yaitu Khmer Merah, dan Front kemerdekaan nasional, netral, kedamaian dan kerja sama Kamboja (FUNCINPEC) pimpinan Pangeran Sihanouk, serta Front nasional kebebasan orang-orang Khmer yang dipimpin oleh perdana menteri yang terdahulu yaitu Son Sann, membentuk koalisi yang bertujuan untuk memaksa keluar tentara Vietnam. Tahun 1989, tentara Vietnam akhirnya mundur dari Kamboja.
Tahun 1992, PBB (UNTAC), mengambilalih sementara pemerintahan negara ini. Tahun berikutnya, PBB menggelar pemilu demokratis yang dimenangkan oleh FUNCINPEC. Faksi ini kemudian membentuk pemerintahan koalisi bersama Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Hun Sen.
Sekarang, Kamboja telah berkembang pesat berkat bantuan dari negara-negara asing. Negara ini bahkan telah menggelar persidangan terhadap seorang mantan pemimpin Khmer Merah atas dakwaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Rakyat di kota dan desa juga telah hidup tenang walaupun dihantui bahaya ranjau darat yang masih banyak bertebaran di seluruh penjuru negeri. Ahh, malangnya nasibmu Kamboja...
Sumber:

Artikel oleh: Adnan Perambahan
Adnan Perambahan is a professional blogger, web designer and front end web developer. Follow him on Twitter







40 Responses to “Khmer Merah, Lembar Sejarah Kelam Kamboja”
Sabtu, April 18, 2009
kerennn sob...gw tahunya nama khmer merah (leawat filem2) tanpa tahu sejarahnya........
Sabtu, April 18, 2009
pol pot dan khmer merah penjahat perang yang membawa penderitaan panjang bagi rakyat kamboja.
Sabtu, April 18, 2009
ngeri banget ngeliat tengkorak banyak gitu
Sabtu, April 18, 2009
mengerikan....
pembantain sebayak itu.....
hyuhhh.... keknya waktu es..de dulu aku sering liat pol pot di majalah tempo...
nice info
Sabtu, April 18, 2009
ini filmnya aja serem......yang main dan lagunya juga keran
Sabtu, April 18, 2009
hanya dia yang ngak kalah dari amerika hebad
Sabtu, April 18, 2009
Rasionalisme tanpa Iman, minimal iman kepada kasih sayang dan kemanusiaan, memang berbahaya.
Pol-pot, sebenarnya, adalah pemimpin yang sejak awal terlihat mengidap penyakit kejiwaan.
Rakyat indonesia karenanya hrs hati-hati pilih pemimpin
Sabtu, April 18, 2009
sejarah yang kelabu...stop kekerasan dimana pun,kapan pun,untuk apa pun dan oleh siapa pun juga.
Minggu, April 19, 2009
beuh itu gambar nye maknyus pak... hehehe... knp ya mesti ada pemberontakan?
Minggu, April 19, 2009
weh keren neh,,googogogo
Minggu, April 19, 2009
termasuk salah satu catatan hitam sejarah dunia...., semoga tak terjadi lagi..
keren infonya kawan
Senin, April 20, 2009
Ngeri sobat...pembantaian yang mengenaskan bagi rakyatnya...
Senin, April 20, 2009
sangat mengerikan...
hi..
Senin, April 20, 2009
seperti biasa, postingannya keren, apalagi pake riset...
kayaknya wkt peristiwa khmer merah ini aku belom lahir ya? ato udah? hahahahaha
Senin, April 20, 2009
numpang tanya, kenapa di sebut 'merah' dan bukannya (misalnya) khmer hitam ato khmer putih?
Senin, April 20, 2009
keren artikelnya!
tingkatkan terus yah.. mampir2 ke tempatku juga dunk...
Moel's Blog, Blog Kuliner Bandung, dan Internet Marketing Tips
Senin, April 20, 2009
Khmer Merah: 'Merah' di sini bukan warna kan boss.. itu bahasa sana ya. Jd ga ada translatenya ke English jd 'Red Khmer'.Btw, thanks 4 follow me bang Adnan.
Selasa, April 21, 2009
@ roit: aliran komunis di seluruh dunia menyimbolkan gerakannya dgn warna merah (dpt dilihat juga di bendera negaranya spt: Uni Soviet, RRC, Vietnam, dll)
@ Blogkosong: huehehe...pura2 ga tau ya :D sengaja aq cuma kutip term bhs Perancisnya coz Khmer Merah di berita2 internasional srg dikutip dgn nama Khmer Rouge (Kamboja dulu jajahan Perancis) bukan Red Khmer :)
Selasa, April 21, 2009
aq dah pernah liat di metro tv disitu diliatin bekas kuburan massal banyak bgt...so scary
Selasa, April 21, 2009
Wah Mang Adnan makin keren aja sejarahnya. Aku cuma ngopy Paste aja Nan hahahaha :)) makasih dah, uda bantu-bantu kita belajar sejarah dunia.
Rabu, April 22, 2009
para sejarawan yang pinter semua nich.... emang bagus begeto... habis belajar langsung di catet ulang..... biar hasilnya lebih maksimal.... ;)
Kamis, April 23, 2009
semangat!!! hehe.... kunjungan balik ya
Kamis, April 23, 2009
Gila sob..gue merinding bacanya..gile orang intelektual aja di bantai...
Apalagi orang kaya gue, di cincang kali ya sama pol pot
Kamis, Mei 21, 2009
memang khmer merah adalah salah satu sisi gelap kamboja yang menyisakan misteri dan kepedihan....
Seperti halnya PKI di negeri kita yang memberontak kepada pemerintah RI tahun 60an
Kamis, Juli 30, 2009
pertanyaan saya adalah : kira-kira pemerintah kita bisa nggak ya bikin penjara kayak Tuolsleng begitu,buat menghukum para koruptor di Indonesia ini ?-sekian
Sabtu, November 07, 2009
ga sanggup ngebayanginnya
Kamis, Desember 17, 2009
film utama dikamboja.
di indonesia apa ya???
Kamis, Juli 22, 2010
waahhhh kereeennn ...
tapi pol pot enak banget ya matinya
mestinya dia menderita dulu dunk ... gak rela
Sabtu, November 20, 2010
pol pot kejem bgt, ga punya hati, untungnya sih udah mati jadi aman,, klo dia masih hidup kacau bgt kali,,
Rabu, November 24, 2010
http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/13.gif
memang kalo ngak tau sejarah kita agak plinplan!
Selasa, Desember 21, 2010
Manusia sekejam polpot jangn dimasukkan ke dalam Neraka....Terlalu ringan. Mending dimasukkan ke dalam dalam kaleng kerupuk aja
Kamis, Maret 31, 2011
biar pun blog ane udah pernah bahas ini, tapi tetep aja ane dapet info baru..
pol pot emang bener2 gila, serem kalo di indonesia ada yg kaya dia
http://warofweekly.blogspot.com/
Rabu, Mei 04, 2011
Mengerikan sekali. kenapa orang sekejam itu kok ada saja, dapat dari mana dia pemikiran sesinting itu. Orang yang jahat biasanya punya masa kecil menyedihkan (pasti orang tuanya menyesal deh) Makanya para orang tua didiklah anakmu dengan saleh. Jangan ajarkan hal2 kekerasan, kefanatikan, dan jangan banyak mengeritik bair dia tidak jadi pemberontak
Selasa, Agustus 23, 2011
naudzubillahimindalik...ya Allah lindungi bangsa Indonesia dari orang2 dzalim seperti polplot, miris baca kisahnya...bwt artikelnya bagus ya...,, semoga Indonesia senantiasa mendapat pemimpin yang bijak
Rabu, November 30, 2011
Cemerlang Postingan dan Infonya.boleh dicoba. ditunggu info berikutnya. terimaksih
Rabu, November 30, 2011
Postingan yang sangat Hebat, Tips boleh dicoba.salam sukses
Rabu, November 30, 2011
Terimaksih untuk Info yang sangat Amazing, boleh dicoba.
Rabu, November 30, 2011
Artikel yang benar benar sangat infomantif dan Kreatif. boleh dicoba, sukses selalu
Senin, Februari 06, 2012
Hebat vietnam amerika kalah khmer merahpun di libas....
Sabtu, Februari 18, 2012
Khmer Merah ingin mengubah Kamboja sebagai negara petani yang mandiri dalam hal pangan karena terinspirasi oleh "komunisme ala Cina" yg memakai kaum petani sebagai basis kekuatannya.
Di sisi lain, Khmer Merah membenci para pengusaha karena komunisme ala Khmer menentang kepemilikan individu & kekayaan individu yg berlebihan.
Khmer Merah juga membenci sarjana & guru karena menganggap mereka sudah dicuci otaknya oleh sistem pendidikan barat.
Poskan Komentar