26 Maret 2009
Sejarah Bandung Lautan Api
Do you like this story?
SUATU hari di Bulan Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api.
Insiden Perobekan Bendera
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia.
Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono.
Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan.
Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah.
Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.
Bandoeng Laoetan Api
Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat, melahirkan politik "bumihangus". Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan, pada tanggal 24 Maret 1946.
Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III, mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota.
Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Semua listrik mati. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Gudang besar itu meledak dan terbakar, tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan maka pada jam 21.00 itu juga ikut keluar kota. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.
Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat, karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia.
Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Almarhum Jenderal Besar A.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika), setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta, untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris.
Jadi saya kembali dari Jakarta, setelah bicara dengan Sjahrir itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg, di pertemuan itu, berbicaralah semua orang. Nah, disitu timbul pendapat dari Rukana, Komandan Polisi Militer di Bandung. Dia berpendapat, “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.” Yang dia sebut lautan api, tetapi sebenarnya lautan air”
Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.
A.H Nasution, 1 Mei 1997
Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.
Sumber: Bandung Society For Herritage Conservation

Artikel oleh: Adnan Perambahan
Adnan Perambahan is a professional blogger, web designer and front end web developer. Follow him on Twitter







39 Responses to “Sejarah Bandung Lautan Api”
Kamis, Maret 26, 2009
Wah.. asyik juga baca-baca sejarah.. jadi ngebayangin jaman dulu. Nice info.., cocok sama nam blognya. Keep update. Sukses yah ^O^
Kamis, Maret 26, 2009
Keren bos mengingat masa lalu sejarah peradaban Indonesia. nambah wawasan. makasih sobat atas kunjungannya. sukses slalu
Kamis, Maret 26, 2009
Bandung lautan api ini bener2 kejadian seperti hiroshima dan nagasaki cuma berbeda yang ngelakuinnya ya bos guru?
Jumat, Maret 27, 2009
Thanks atas ilmunya..
Tapi aku jadi tambah bertanya (maap, awam about sejarah. Emang siapa C' sbenrnya Atje Bastaman?
`New Update, Tentang hal kecil yang membawa keagungan | Leave Comment yeah..|
Jumat, Maret 27, 2009
@ gdpermana: sori bro jgn panggil guru dong, ilmunya msh dikit nih :)
hiroshima/nagasaki vs bandung sama dalam konteks masanya aja sdgkn dlm hal prjuangan tentu aja bandung lautan api dong... hiro/naga kan dibom krn keangkuhan jepang yg ingin menguasai asia
Jumat, Maret 27, 2009
hehe.. itulah sejarah perebutan bandung my city... mantaaabb...
Jumat, Maret 27, 2009
Begitulah pengorbanan, siapa yang sanggup berbuat demikian di zaman sekarang..???
Tentu kita tidak belajar sejarah untuk memindahkannya mentah-mentah..., tapi jika disesuaikan dengan konteks perjuangan, siapa yang mau mengggalkan sedikit 'kepemilikannya' untuk kemajuan dan kejayaan bersama saat ini???
Susah dicari!!!
Postingan menarik
NB; Bannermu telah kupasang bro, cek di menu LINK DAN BANNER SAHABAT
Mohon di link-back ya...
a/n: Sandiwara Kita
url : http://kelassandiwara.blogspot.com
Rabu, Agustus 12, 2009
Sebenarnya rakyat n TRI ga perlu tinggalkan bandung...musuh harus dilawan seperti yg terjadi pada peristiwa 10 november 1945 di surabaya, arek2 suroboyo ga takut pada sekutu walaupun surabaya digempur dari darat, laut dan udara...semboyan arek2 suroboyo tetep...MERDEKA ATAU MATI
Rabu, September 30, 2009
waw asyik juga baca sejarah bandung
terima kasih atas ilmunya
Senin, Oktober 19, 2009
Penting tidakkah Bandung lautan Api; apakah ada pengaruhnya? Setuju tidak kah rakyat? Yang jelas rakyat menderita gara-gara tindakan emosional semata; lebih baik bertahan dan berjuang
saya malu jadi orang bandung
Sabtu, Oktober 31, 2009
Berkunjung dan baca infonya.
Menjalin relasi dan persahabatan.
Senin, Maret 22, 2010
Yuk, teman-teman, selama kita masih ada di Bandung, kita lebih mengenal kota ini, dan lebih mencintainya dengan memberikan kontribusi positif! biar kecil tapi kita berbuat, tidak hanya protes. jadi, keberadaan kita di Kota Bandung inipun menjadi berarti dan bermanfaat.
Komunitas Sahabat Kota mengundang teman-teman untuk menghadiri Rabu Belajar spesial Bandung Lautan Api :D
24 Maret 2010
Selasar Sunaryo Artspace
2.00 - 5.00
acara:
1) pemutaran film dokumenter Bandung Lautan Api (bekerjasama dengan Bandung Heritage),
2) sesi bertanya-tanya dan berbagi pengalaman dari Ibu Tuti dan Ibu Saartje, mantan pejuang (Laskar Wanita Indonesia)
juga ada Kang Tubagus Adhi dari Bandung Heritage dan Pak Sunaryo pembuat stilasi Bandung Lautan Api dan Monumen Tegalega
kenapa kamu harus datang?
selain karena acara ini GRATIS, kita akan berbagi pengetahuan dan wawasan tentang Kota Bandung, sehingga suatu saat kita bisa berkontribusi positif pada perubahan Kota Bandung kita :D
Jumat, April 23, 2010
:)) ;)) ;;) ;) :p :(( :) :( :x =(( :-o :-\ :-^ :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))
Minggu, Agustus 29, 2010
Kenapa mesti malu mejadi orang bandung?
Justru yang emosional itu kalo kita berjuang tanpa berpandangan kedepan.
Jika tidak merdeka lalu mati dan tetap tidak merdeka?
Lebih baik kita berjuang dengan strategi.
Toh setelah TRI membakar Bandung, rakyatnya menyerang secara bergerilya dari berbagai penjuru kota.
Tidak sekedar membakar lalu kabur.
Itu justru strategi bung!
Tidak "sekadar" MERDEKA ATAU MATI, tapi MERDEKA ATAU MERDEKA.
jangan asal berjunag karena tidak mau tidak mendapatkan ketidak merdekaan lalu mati? Huh! Itu sih egois!
Selasa, September 28, 2010
bener2 perjuangan yang hebat
Sabtu, Oktober 09, 2010
wahk ternyata bandoeng dulunya semua rumah ma harta bendanya di bakar demi kemerdekaan indonesia hidup indonesia :)
Jumat, Oktober 29, 2010
menglautan apikan bandung adalah suatu siasat yang sudah biasa dalam perang, bukan berarti pengecut. Melawan sampai mati bukan berarti pemberani, dalam perang siasat dan nyali harus seiring.
Minggu, November 07, 2010
bandung lautan api, peristiwa paling tragis dlm sejarah indonesia. sebaiknya tdk usah disebut2 lagi, apalagi dibanggakan... Hidup pertempuran surabaya, pertempuran semarang, hidup pertempuran solo, pertempuran palembang, pertempuran medan area... they were the real fighter freedom!!
Rabu, November 10, 2010
salut dengan pahlawan pahlawan jaman dulu rela ber korban demi nusa dan bangsanya , agar bisa hidup tentram dan sejahtera
Rabu, November 17, 2010
OOOOOO DASAR BELANDA KURANG AJAR!!! xhttp://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/100.gif( SETELAH BACA BLOG INI SEMANGAT QU MENJADI BERKOBAR LAGI!!!!! :-L
Rabu, Desember 15, 2010
maatih yack cuangatzzz beudh ach :-* =((
Senin, Januari 10, 2011
aku salut dengan pahlawan dahulu yg berjuang tanpa pamrih
Selasa, Maret 15, 2011
keren...kita harus bangga melihat bandung lautan api begitu susahnya perjuangan merebut bandung....
Minggu, Maret 20, 2011
wach ak jd penesaran,,,,,
ama kota bandueng jmman dulo
Rabu, Maret 23, 2011
suka banget cerita sejarah kaya gini
Jumat, Mei 06, 2011
wach g ada abise kalo crita tentang sejarah,,,,
crita yg nyta dan apa adnya itu yg bsa bwat kita semangat,,,,,,,,
Senin, Mei 09, 2011
bagus bro, mohon izin copy ya...
Jumat, Juli 15, 2011
Bandung memang kota gerilya, dimana tak begitu saja para tentara dan rakyat Bandung menyerahkan Bandung kepada penjajah...
Jumat, Agustus 19, 2011
mksii atas ilmunya..
kerenzz
jangan maluu yaya menjadii budaxx bandung..
:))
Jumat, Oktober 07, 2011
Makisih ya, sudah mengepos cerita tentang sejarah. site ini telah membantu saya untuk mengerjakan pr IPS saya.
Rabu, Oktober 12, 2011
;;) ;))
WeWe
Selasa, November 15, 2011
Ilmu yang sangat Hebat, boleh dicoba Artikel dan Tipsnya. Semoga berhasil
Selasa, November 15, 2011
Artikel yang benar benar sangat infomantif dan Kreatif. boleh dicoba, sukses selalu
Selasa, November 15, 2011
Tipsnya boleh dicoba, Artikelnya sanagt bermanfaat.
Selasa, November 15, 2011
Sangat Amazing Artikel dan Info. Wajib di coba.
Selasa, November 15, 2011
Sebanyak saya membaca Artikel,baru kali ini saya menemukan Artikel yang Amazing. boleh di coba. Terimaksih
Sabtu, Januari 28, 2012
mengerikan para pahlawan tidak takut akan mati,,
Selasa, Januari 31, 2012
maju terus pantrang mundur itulah seruan para pahlawan,,
Selasa, Januari 31, 2012
good artikel i ever read. tks for share.
Poskan Komentar